Media Ummat Online

Media Ummat Online
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung". [Al-Imron:104]

Rabu, 24 Juni 2015

Mengapa JK ?, Ada apa dengan JK ? "

Media Ummat & Koran Jokowi : Saat Pre-Pilpres 2014 kami  tergabung dalam FORUM RELAWAN JOKOWI (FOR WE) disana ada lebih dari 13 Grup Relawan Besar . Diikrarkan Kamis, 25 April 2014. Grup besar itu ,al; We Love Jokowi (WLJ), Bara Indonesia (Media Ummat & Kotak-Kotak), FORKAMI, KARIB, BEJO (Bela Jokowi), Bara JP-SBSI, Horas Jokowi, JP2DIP2, Relawan Jokowi, JUARA, JPK, RIT - Relawan Indonesia Timur, GETAR , Forum Rakyat dsb. Dengan Ketua Umum, DR.Muchtar Pakpahan (SBSI) dan Sekjend, Yanes Y.Frans (WLJ) dan kemudian digantikan Arief P.Suwendi (Media Ummat) karena kesibukan bersama WLJ-nya.
.
Basecamp FOR WE ditetapkan di Gedung Biru SBSI, Jakarta Pusat. Sejak itulah berbagai agenda gerakan disusun diantaranya “J-DAY”; Minggu pagi, 11 Mei 2014; 06.00-09.00. Bunderan HI, Jakarta Pusat.  "Target aksi kami adalah sosialisasi figur Jokowi kepada anak-anak muda (usia pemula/teenager), dgn simbol jari "J". Kita jg sampaikan kpd mereka Jangan GOLPUT, dan bantu suara untuk mendukung Jokowi saat Pilpres 9 Juli yad. Hal lain, animo masyarakat demikian tinggi untuk berfoto dengan Jokowi, kalau pun hanyalah sebuah foto spanduk, Jokowi memang harapan besar untuk memimpin bangsa ini thn.2014-2019. Kesederhanaan, dekat rakyat & pekerja keras ",,demikian Korlap aksi, James Talakua , Jeff Sondakh, Bambang Winasis, dan  Sekjend FOR WE, Arief P.Suwendi saat diwawancarai TribunNews.
.
Diskusi lain yang tidak kalah menarik FOR WE adalah siapa kelak yang layak menjadi Wapres Jokowi?, munculah nama-nama Machfud MD, Dahlan Iskan, Abraham Samad, Wiranto, Surya Paloh hingga Jusup Kalla. Bagi saya dan teman-teman di Media Ummat dan  Kotak-Kotak semua nama dianggap tidak layak, karena mempunyai rekam jejak yang kemudian akan menjadi ‘sandungan hukum atau crash-social.Sehingga akan membuat kinerja Jokowi terganggu.
.
Bagaimana dengan HM.Jusup Kalla?, sama !, kami lakukan segala upaya untuk menjegal nama-nama itu sebagai Wapres Jokowi thn.2014-2019. Kalau pun kekuatan kami ada di ‘pena-belaka. Tak malu pula saya pribadi  mengusung nama Khofifah Indar Parawansa, Prof.DR.Din Syamsudin, Jend. TNI.Purn. Luhut Binsar Pandjaitan hingga Jend.TN.Purn.Djoko Santoso sebagai Calon Wapres RI saat itu.
.
Ada pun Pertimbangan lain mengapa saya dan teman-teman MEDIA UMMAT tidak memilih JK ,al;

>. Saat HM.Jusuf Kalla menjabat sebagai Mendagindustri di era presiden Gus Dur  ia diberhentikan ditengah jalan (26/10/1999 – 24//8/2000) karena diduga terlibat KKN. Dan digantikan oleh Jend.TNI.Purn. Luhut Binsar Panjaitan

>. Jusup Kalla pernah menjadi Wapres SBY thn.2004-2009 dan hutang  LN bertambah menjadi > Rp.1.590 Trilyun dari > US$.141 Milyar (Rp.1,340 trilyun?). Sedangkan kemiskinan masih mencapai 16-20% dari jumlah penduduk (> 30 juta?)

    
>. Sabtu 25 Mei 2014 muncul video JK yang mengatakan presiden Indonesia haruslah yang jelas pengalamannya. Dia mencontohkan, di Malaysia dan India, pemimpin negaranya adalah seorang yang telah bertahun-tahun jadi menteri. "Siapa bilang pak Jokowi tak punya pengalaman? Dia kan gubernur DKI, pengalamannya lewat kota Solo. Tapi jangan tiba-tiba karena terkenal di Jakarta dicalonkan jadi Presiden, bisa hancur negeri ini, bisa masalah negeri ini," ucap JK dalam cuplikan video tersebut yang diduga direkam jauh hari sebelum Pilpres 2014
   
>. Saat menjadi Wapres SBY, muncul istilah ‘Matahari Kembar’ sehingga kinerja SBY terbenam oleh kegesitan JK. JK disebut sebagai “The Real President”. Lihat penyelesaian Bencana Tsunami, GAM, Konflik Poso, dsb. JK yang sipil mengalahkan prilaku SBY yang militer  dalam hal kegesitan kerja. Ini menjadi kekhawatiran relawan jika JK Wapres, karena Jokowi pun adalah orang kerja/eksekutor, yang terbalik saat SBY yang gemar rapat.
.
Dalam pro-kontra kehadiran JK, pada 19 Mei 2014, JK secara resmi dicalonkan sebagai Cawapres Jokowi. Mau tidak mau, kami pun para relawan PATUH sebagai Titah parpol KIH yang mengusung Jokowi kalau pun kami bukanlah kader/struktural parpol tersebut. Itulah Ke-relaan sebagai Relawan hingga saat ini.
.
Diperjalanan Kabinet Kerja Nawacita , disengaja atau tidak ada beberapa hal kebijakan dan sikap JK yang ‘seolah’ bertolak belakang dengan Presiden Jokowi. Jika pun itu adalah settingan/strategi adrenalin politik namun bagi publik dipedesaan/wong cilik semua akan dianggap telah muncul “Matahari Kembar Nawacita”. Ini dapat terlihat dalam kasus PSSI. Dimana Jokowi meminta PSSI dibekukan melalui Kemenpora, namun JK menolak dan meminta pembekuan itu dicabut.
.
Juga  saat muncul isu revisi UU KPK. Wapres, Jaksa Agung, serta Menteri Hukum dan HAM setuju UU KPK direvisi, tetapi Presiden menolak revisi dimaksud.
.


Ada apa dengan JK?, Mengapa JK?
Namun kami selaku Relawan akan tetap berpikir positip karena kami hanya patuh pada titah Jokowi, bukan Wapres dan para menteri Kabinetnya. Sebagaimana pesan, amanah  dan maklumat politik saat lahirnya Kongres Relawan Jokowi Se-Dunia di Gd.Indonesia Menggugat ,Sabtu.15 Juni 2013 lalu yang bertekad  ‘mengawal sampai mati Jokowi selaku Presiden RI. Dan melahirkan kemudian BARA-JP . 

Selain saya tercatat sebagai Formatur/Founder Kongres  + Reuni Relawan Jokowi Sedunia (10/8/2014) juga keterlibatan teman-teman MEDIA UMMAT (MU) dikedua acara besar  Relawan tsb . kalau pun kemudian kami  'terlupakan. Wkkk..
.
Apapun saya sampaikan terimakasih & respect kepada sobat-sobat MU  & KORAN JOKOWI (Ani, Netty, Rini, Mia, Denny Chua, Peter Chin, Erna, Yudi, Denny Miing, Rossa, Arie Asyura, Rudy Mulyana, Jack, Baron, Yuniman, Oetoenk comeback, Thea Putri, Rita Indriati, Siti Khasanah, Joel, Ayah Ikal, Eki, Cie Astuti, Harry Tommy, Eni S, Nia K, Fidel Dapati G, Advokat Endang, Zey Zainudin, Corny R, Surya CP, Arek T, Anggiat S, Nienierunie, dsb, dst )  dan seluruh Grup Relawan besar lainnya yang telah banyak membantu semua ini.  'Berpelukaaann !!

Semoga Jokowi-JK bukanlah ‘Matahari Kembar’, karena Allah SWT,Tuhan YME hanya menciptakan satu matahari untuk bumi dan isinya, 
Aamiin Yarabil’alamiin.


‘Mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan, namanya juga sosmed. ‘Cusss..>))))”>




























Selasa, 23 Juni 2015

# KRI PILIHAN TEPAT? # KRI MOVEMENT 2015-2019 #

Media Ummat, Koran Jokowi & KRI : Minggu, tgl. 21 Juni 2015, tepat pkl.15.00 para Ketua Umum dan perwakilan Grup-grup Relawan yang tergabung di KRI (Konsorsium Relawan Indonesia) mulai memenuhi Ballroom, Wisma Tirta, Jl. Pejompongan, Jakarta. Malah kami dari Media Ummat & Koran Jokowi serta sobat Sihotang dari Relawan Perkebunan Sumatra Utara telah hadir sejak pkl.14.18 kalau pun acara undangan dimulai pkl.15.00. Maklum orang kampung takut kesasar di Jakarta ;p

.
Setelah acara dibuka oleh James Talakua, diteruskan oleh ‘tuan rumah acara’ Gideon Wijaya Ketaren (GWK) Ketum BRM. “Semoga apa yang kita diskusikan hari ini membawa manfaat bagi banyak orang”,katanya. Kemudian Sekretaris SC-KRI, Maret Sueken (JPKP) mengatakan bahwa hingga saat ini telah lebih 41 grup yang bergabung di KRI yang tentunya telah siap dengan program-program kerja dalam mengawal dan mensukseskan Nawacita thn.2014-2019. Ketua OC-KRI, Basri BK (Korni) mempertegas bahwa KRI adalah non-partisan
.
Menjelang bedug Magrib, Ibu Judith JN.Dipodiputro Ketua Pokja Papua yang juga ‘fasilitator’ Bpk.Ir.Luhut panjaitan menegaskan bahwa KRI harus berbeda dari grup relawan yang ada. KRI harus mempunyai ‘value dan mampu menempatkan diri sebagai “Jokowi Support Emerging Force (JSEF). Sampai sini saya pribadi  setuju atas spirit JSEF karena teringat keputusan Bung Karno yang  mencabut Indonesia dari keanggotaan PBB , dimana Indonesia bukan hanya sebagai burung perkutut negara imperialis  hingga lahirlah ide beliau membentuk Konferensi Kekuatan Baru (Conference of New Emerging Forces/ Conefo) sebagai alternatif persatuan bangsa-bangsa selain PBB. Jika ini bisa diterapkan di KRI dengan baik, maka tercapai apa yang diharapkan semua grup relawan di KRI. Yaitu total , loyal dan profesionalisme dalam mengawal Nawacita thn.2014-2019.
.
Raden Suro  (Suroto) dari KUR/BJP menambahkan bahwa  Pasca Pilpres 2014 Jika relawan mandiri  maka tidak perlu lagi cari jabatan , posisi dan kursi karea bisa dilakukan sendiri sebagaimana yang selama ini dia dan teman-teman lakukan.
.
Erwin Simbolon dari PERMINDO  pun mempunyai semangat yang sama akan KRI kedepan namun tentunya harus dilakukan secera selektif dalam perekruitan anggotanya sehingga terhindar dari ‘penyusup. Diskusi semakin menghangat hingga tiba waktu berbuka puasa, saya pun didaulat untuk memimpin buka puasa tersebut. Agh, aya aya wae. ;p
.
Diskusi break untuk sholat magrib, usai sholat Syarifah Efiana dari RGSJ –Relawan Guru Sahabat Jokowi yang anggotanya berada di lebih 30 provinsi ini mempunyai harapan agar KRI adalah wadah yang paling tepat menyuarakan harapan kaum guru.
.
Juga Tan Kian Do & Kana dari IPARI-Institusi Pilar Agribisnis Relawan Indonesia, mereka sepakat bahwa perjuangan relawan di desa-desa lebih berat apalagi yang menyangkut pemenuhan kebutuhan para petani. “Petani berharap Jokowi serius mengawasi kinerja kementerian Pertanian, Bulog dsb yang selama ini jalan ditempat.”
.
“Kami bergabung di KRI dengan harapan yang sama, mengawal Jokowi dan kabinetnya. Kami kritis juga solutif. Pilpres 2014 telah usai namun kerja Relawan tidak akan pernah berakhir, kami siap dengan program – program kongkrit sebagai bukti bahwa kami Bekerja, kerja dan kerja !”, sela Jeff Sondakh – Ketum KARIB.
.
Usai break diskusi dilanjutkan, saya pun mendapatkan kesempatan untuk “curhat “ dihadapan forum. “Atasnama Media Ummat dan Koran Jokowi, kami berharap kasus dan penegakan hukum pelaku Tabloid OBOR RAKYAT agar segera dituntaskan karena luka yang ditinggalkan khususnya di warga desa Jawa Barat masih belum sembuh. Yang kedua kami juga akan terus memperjuangkan adanya evaluasi program “1 Milyar Pohon” yang pernah dijalankan pemerintahan sebelumnya, khususnya di Jawa Barat yang sampai saat ini masih mempunyai > 118.000 hektar lahan kritis. Kita pertanyakan kemana dana > Rp.10 trilyun sejak thn.2010-2014 itu?, katanya sudah ada 6 milyar pohon tertanam,dimana Land-formnya?, kami sudah mengajukan surat audiensi namun sampai saat ini NOL BESAR. Lalu mana janji Menhut-LH,Ibu Siti Nurbaya yang mengatakan sedang dievaluasi,ini sudah hampir 1 tahun beliau jadi menteri?”
.
Ibu Ria dari KORNI pun mengusulkan agar KRI membentuk Pokja khusus bidang Pemberdayaan & Perlindungan Ibu dan anak.
.
AGPB -Aliansi Generasi Penerus Bangsa, melalui Ketumnya,Achmadh berbisik bahwa menjaga lingkungan hidup sudah diwajibkan kepada setiap ummat beragama. Hal lain yang tidak kalah penting adalah bagaimana KRI selaku generasi-generasi muda penerus bangsa harus menjadi panutan  yang memiliki jiwa bersih, anti Korupsi, mandiri, profesional, adil, transparan, dan bertanggung jawab.
.
Dipenghujung acara yang dihadiri > 52 orang dari 24 grup relawan kami  mendapat santapan yang tidak kalah ‘Lezat dalam berbuka puasa bersama ini, yaitu paparan informasi tentang Musibah Gunung Sinabung, Kab.Karo, Sumatera Utara. Yang disampaikan oleh rekan rekan relawan dari “Save Tanah Karo” yaitu , Amsyah Sebayang, Jenita, Iskandar, dsb.  Kehadiran mereka dengan  satu harapan besar yaitu kiranya KRI agar segera memfasilitasi & menekan pemerintah dan kementerian/ instansi terkait untuk segera dan lebih serius menyelesaikan hal ini yang telah berusia lebih dari 5 tahun.
.
Menarik sekaligus mengharukan, bagaimana saya ketahui para relawan ini demikian gencar sejak tahun 2010 lalu. Sebagaimana relawan Gunung Merapi lalu. Melakukan sosialisasi keberbagai pihak terkait, door to door hingga melalui sosial media yag berujung kepada spirit menjadikan Kabupaten Karo Sebagai Kawasan Strategis Nasional akan semakin cepat terealisasi. Semua dilakukan untuk hajat orang banyak tidak hanya lintas provinsi saja, mereka pun menembus atensi masyarakat internasional.
.
Acara ini merupakan kegiatan ke-2 yang kami ikuti di KRI ; Ikatan bathin telah terjalin, spirit bekerja dan mengawal Nawacita tidak perlu dipertanyakan lagi. Semoga KRI memang pilihan tepat para grup relawan untuk bekerja dengan cepat, profesional dan tersistem. Kami menyebutnya, KRI MOVEMENT 2015-2019 !, berbahagialah semua karena Allah SWT, Tuhan YME senantiasa mengabulkan dan mempermudah niat-niat mulia ummatnya.
.
KRI MOVEMENT 2015-2019,
GODBLESS ALL OF U.
Aamiin Yarabilalamiin
..
Foto:repro KRI members














Sabtu, 20 Juni 2015

Hakim Albertina Ho,SH,MA: Calon Ketua KPK yad !

Bismillahirahmanirahim,
Assalamualaikum Wrwb,
Salam Sejahtera,
.
Bandung, 18 Juni 2015,-
Nomor : 0602/MU-KJ/2015
Lamp     : -
Hal          : Surat Terbuka
                CALON KETUA KPK 2015

Kepada Yth,
Ketua Pansel KPK-RI
Ditempat

Dengan Hormat,
.
Sebagai bagian dari kepedulian kami terhadap kepemimpinan KPK  - Komisi Pemberantasan Korupsi mendatang, maka kami sampaikan  hak kami untuk mengajukan salah satu calon Ketua KPK mendatang. Yaitu Hakim Albertina Ho,SH,MA, mengapa?

Kalau pun kami tidak dekat dan mengenal baik Hakim Albertina Ho,SH,MA kelahiran Maluku Tenggara, Tgl. 1 Januari 1960 lalu ini. Namun dia berhak mendapat apresiasi atas kinerjanya selama ini, dia merupakan hakim karir wanita  pertama pada Peradilan Umum dibawah Mahkamah Agung RI.  Kehidupannya sangat sederhana  namun saat menjadi ketua Majelis Hakim yang menyidangkan Kasus suap/Korupsi pegawai pajak Gayus Tambunan di PN Jakarta Selatan lalu ia telah membuktikan sebagai hakim wanita yang tegas maka wajar jika kemudian dia dijuluki “Srikandi Hukum” oleh publik
Saat ini Albertina Ho bertugas sebagai wakil Ketua Pengadilan Negeri Palembang ,sepanjang karirnya  dikenal memiliki tehnik sendiri dalam mensetrilkan keputusannya  dengan mengetiknya sendiri, ia tidak  pernah mau meminta bantuan panitera dalam mengetiknya. Dia takut ‘masuk angin akan keputusannya itu. Dan itu sangat langka dilakukan seorang hakim. Dia juga sering kali membawa pulang pekerjaan, jadi sebuah keputusan hanya di ketahui oleh dirinya sendiri, jadi tidak mungkin diketahui oleh anggota majelis hakim lainnya

Kami berharap kedepan KPK dipimpin oleh seorang perempuan karena perempuan pun punya hak untuk itu, dan kami tidak salah jika mencalonkan Hakim Albertina Ho,SH,MA  (55 thn) untuk posisi itu. Kecuali jika Pansel mempunyai pandangan sendiri.
Demikian sumbang-saran kami, terima-kasih atas perhatiannya. Mohon maaf jika ada hal yang  kurang berkenan.

.
Hormat Kami,


Arief P.Suwendi
Media Ummat & Koran Jokowi
Hp.0877.8470.xxxx (sensor)