Koran Jokowi & Media
Ummat: Kalau pun bisa dan mampu, namun Presiden RI Jokowi dan Ibu negara,
Iriana dalam
acara Pre & Hari H Pernikahan putra sulungnya,
Gibran Rakabuming
Raka dengan Selvi Ananda Putri pada 11
Juni mendatang, tidak terbersit sedikit pun dalam pikiran mereka untuk
menggunakan fasilitas negara, baik Istana Negara Jakarta, Istana Bogor, Istana
Puncak, Istana Tampak Siring Bali atau Istana Gedung Agung Yogjakarta.
Sebagaimana yang pernah dilakukan Putra/i Presiden-presiden sebelumnya ?
Dan itu merupakan langkah
tepat dikala saat ini fitnah-fitnah kepada Jokowi dan kabinetnya sedang marak.
Tidak hanya masyarakat Solo saja yang demikian antusias namun para Relawan Jokowi Se-dunia pun ikut andil menyemarakan hal ini.
Dari para Relawan yang datang
ke Solo maupun para relawan yang ‘piket di sosial media. Kalau pun tidak ada
instruksi resmi, salah satunya dari SC/OC
KRI – Konsorsium Relawan Indonesia yang saat
ini telah bergabung 27 grup besar resmi/telah menandatangani MOU (Minggu, 24 mei 2015 di Demang Cafe, Jakarta) dan
6 grup besar lainnya lagi . Pembagian
kerja itu mengalir saja, karena fitnah-fitnah di sosial media itulah yang lebih
jahat dari makhluk jahat apapun didunia. Sehingga apapun yang dilakukan Jokowi
bagi mereka adalah ‘selalu salah !

Padahal Pilgub DKI Jakarta
2012 dan Pilpres 2014 telah berlalu, itulah bagian dari proses demokrasi yang
wajib dihormati. Sayangnya tidak bagi sebagain orang yang kemudian kami sebut
sebagai
“Jokowi Hatters”. Entah darimana mereka datangnya?, kerjanya hanya menebar kebencian-fitnah dan cacimaki. Seolah tidak lagi mempunyai etika, padahal
koreksi itu dapat dilakukan secara gentle, obyektif & proporsional jika
dilakukan melalui saluran-saluran demokrasi lain yg lebih benar; DPR/MPRRI, LSM, Pers, dsb sebagaimana
amanah UUD 1945 pasal 28 akan makna Kebebasan berpendapat. Namun kami semua
tidak perduli karena pasca Pilgub dan Pilpres 2014 kami kembali ke komunitas
kami masing-masing sambil ‘memaintenance masyarakat desa , nelayan, buruh dan ‘wong
cilik lainnya bahwa mereka TIDAK SALAH memilih Jokowi. Itulah tugas dan
tanggung-jawab Relawan yang sebenarnya hingga akhir jabatan Jokowi.
Tahun
2019?, tahun 2024?.
Pernikahan Gibran & Selvi
adalah bagian dari sejarah kepemimpinan Jokowi sebagai Presiden, yang dikemas
secara sederhana. Dan kami, grup-grup relawan Jokowi yang tergabung di
KRI –
Konsorsium Relawan Indonesia merasa bangga dapat ikut andil dalam perhelatan
agung ini , semampu kami dengan segala kekurangan dan kesederhanaannya.
Semoga semua perhelatan agung
ini mendapat Ridha Allah SWT, Tuhan YME. Senantiasa diberikan kemudahan,
kesehatan, keselamatan dan barokah/berkat-Nya hingga akhir usia kita semua. Aamiin Yarabilalamiin.
Doa tulus kami semua untuk
Presiden RI & Ibu Negara, Bapak & Ibu Wapres H.Jusup Kala & para
Bapak/Ibu Kabinet Nawa Cita 2014-2019. Khususnya Gibran & Selvi, semoga
kekal rumah-tangga kalian dalam ikatan suci sebagaimana yang Allah minta dari
setiap pasangan yang menikah.
.
Jakarta, 1 Juni 2015,-
Hormat kami
Koran Jokowi & Media
Ummat
.
Beserta sahabat-sahabat Grup
lainnya di
KONSORSIUM RELAWAN INDONESIA
1. FORKAMI-Forum Komunikasi Maritim Indonesia, James Talakua Mareny
2. KORNI-Komite Relawan Nasional Indonesia, M Basri BK
3. JPKP-Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan, Maret Sueken
4. S2 ALUNSRAT-Alumnis S2 Universitas Sam Ratulangi, Ventje J Parera
5. GARMEN-Gerakan Kebangsaan Revolusi Mental, Sutanto
6. BRM-Bara Revolusi Mental, Gideon Wijaya Ketaren
7. IRM-Institute Revolusi Mental, Irfan Rizal
8. GNRM-Gerakan Nasional Revolusi Mental, Mulyadi
9. KPA2B-Komite Peduli Aspirasi Arus Bawah, Yan Andrew Rohitu
10. AGPB -Aliansi Generasi Penerus Bangsa, Achmadh
11. MEF-Multi Etnis Fundation, Deden
12. IPARI-Institusi Pilar Agribisnis Relawan Indonesia, Tan Kian Dho
13. BPJ-Barisan Parlemen Jalanan, Suroto
14. KUR-Kelompok Usaha Relawan, Suroto
15. PERMINDO-Perwakilan Revolusi Mental Indonesia, Erwin K Bach
16. MEDIA UMMAT, Arief P.Suwendi
17. JPRI-Jaringan Partisipasi Rakyat Indonesia, Peranti Tones
18. KARIB-Komunitas Rakyat Indonesia Baru, Jeff Sondakh
19. JEMARI Indonesia, Sabar Mangadu
20. KORAN JOKOWI, Netty Chandradiana
21. WLJ-Wira Lentera Jiwa, Yanes Y Frans
22. PCBN-Perkumpulan Cinta Budaya Nusantara, Benny Irawan
23. KBR-Koran Buruh, Tanri Ginting
24. KNRI-Komite Nasional Relawan Indonesia, Eliaz Warre
25. KPB-Komite Politik Buruh, P Charly Samosir
26. FBI-Fesbukers Indonesia, Titien Herlina
27. PRKTI-Perhimpunan Relawan Kawasan Timur Indonesia, Joppie Lasut
28.
PNTI-Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia, Randi
29. GP_ALA-Gerakan Pemuda Aceh Leuser Nusantara, Sara Urang
30. L9-Relawan L9, Abadi N Sinilingga
31. DADALIWANI, Hana Nining
32. GMI-Garuda Muda Indonesia, Oktavian
33. Forwas-P3H-forum pengawasan Pelayanan Publik dan Penegakan Hukum, Ulmatuah
Saragih
.
.
Foto.repro